Berita PTIIK, 10 Oct 2012

PTIIK UB Siap Menyongsong PKM 2013

“Do Your Best, Show Your Action” adalah jargon yang sempat digaungkan para mahasiswa Program Teknologi Infomasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) Universitas Brawijaya saat membuka Workshop Program Kreativitas Mahasiswa 2012. Acara yang digelar di Aula F Pasca Sarjana Lt. 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB ini diikuti dengan penuh semangat oleh sekitar 320 mahasiswa PTIIK UB dari berbagai angkatan, mulai angkatan 2009-2012. Workshop yang diselenggarakan Rabu, 10 Oktober  2012 ini dibuat untuk memberikan bekal dasar bagi mahasiswa PTIIK UB, dalam  menyongsong Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2012 yang diselenggarakan oleh  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Republik Indonesia.

Ada 4 (empat) orang pemateri penting yang dihadirkan dalam workshop ini, yaitu Dr. Imam Santoso (Staf Ahli PR III Bidang Penalaran UB), Reno Herdhiansyah (Peraih Medali Perak PKM-T di PIMNAS XXV 2012), Agustin Capriati (Peraih Medali Emas PKM-M di PIMNAS XXV 2012), serta Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA (Juri Pimnas).

Pada sesi pertama Dr. Imam Santoso (Staf Ahli PR III Bidang Penalaran UB) memberikan informasi lengkap mengenai pengertian PKM, jenis-jenis PKM, struktur penulisan proposal PKM dan faktor penyebab tidak lolosnya peserta di seleksi awal. Menurut Dr. Imam Santoso, hal-hal yang penting diperhatikan agar dapat lolos seleksi administrasi PKM antara lain; format dan administrasi program yang sesuai dengan panduan, adanya kemitraan jika peserta memilih bidang PKMT dan PKMM, ketepatan isi proposal dengan pemilihan bidang PKM, pemilihan topik yang tepat.

“Jangan sampai lupa untuk membaca panduan tentang PKM yang disa diunduh di web www.dikti.go.id, lalu pastikan proposal yang kalian buat sesuai dengan bidang PKM yang kalian pilih. Jangan sampai proposalnya tentang penelitian tapi kalian masukkan ke PKM kewirausahaan. Itu dalam seleksi administrasi saja langsung akan disisihkan,” jelas beliau. 

Pada sesi kedua dan ketiga diisi dengan sharing pengalaman dari para mahasiswa UB yang telah berhasil meraih Medali Perak dan Medali Emas di PIMNAS XXV 2012. Reno Herdhiansyah bercerita, dia bersama 4 orang rekannya berhasil meraih Medali Perak PKM-T di PIMNAS XXV 2012, dengan mengajukan proposal PKMT yang berjudul LINCAN (Low Infus Calling Nurse), yaitu alat yang bisa mendeteksi cairan infus yang akan habis. Dengan adanya alat ini dapat membantu rumah sakit yang memiliki jumlah perawat minim, karena perawat cukup melihat ke alat pantau dan bisa langsung mengetahui pasien diruang berapa yang perlu dilakukan penggantian infus. Begitu juga dengan Agustin Capriati, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB yang berhasil meraih Medali Emas PKM-M di PIMNAS XXV 2012, dia menceritakan bahwa karya PKMM yang diangkatnya bersaam tim adalah mengenani “Inovasi Konsep SPP (Sosialisasi, Penyadaran, Pemberdayaan) Sebagai Solusi Efektif Untuk Pengembangan MPA (Marine Protected Are) Melalui 5P(Pengawasan, Partisipasi, Perlindungan, Pelestarian, Pemanfaatan) Yang Berbasis Masyarakat di Pantai Purwodadi Kebupaten Malang Selatan.

Dalam sharingnya, Reno juga sempat memberikan pesan moral penting, yaitu agar para mahasiswa yang berminat mengikuti PKM dapat memulai karyanya dengan meluruskan niat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Yang saya pesankan disini, luruskan terlebih dulu niat teman-teman mengikuti PKM ini. Jangan semata mengejar hadiah atau gelar juara saja. Karena kemenangan yang sebenarnya adalah saat kita mampu menerapkan ilmu yang kita miliki untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar mahasiswa fakultas Teknik Elektro angkatan 2010 ini.

Sesi terakhir ditutup dengan materi yang diberikan oleh Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, selaku juri Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), yaitu ajang bersaing untuk karya PKM yang telah lolos seleksi. Dalam kesempatan itu, Dr. Bambang menyampaikan berbagai tahapan seleksi yang ada di PIMNAS dan menyampaikan berbagai macam contoh PKM yang telah berhasil menjuarai PIMNAS. Beliau berpesan agar para mahasiswa PTIIK dapat berkolaborasi dengan mahasiswa dari displin ilmu lain (seperti kedokteran, kimia, dll) untuk bisa menciptakan karya yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu ditemui diakhir acara, Afiqie Fadhihansah, selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti hingga pada workshop ini saja, tapi kemudian akan dibentuk tim pendamping mahasiswa, sehingga mahasiswa yang masih menemukan masalah dan kebingungan dalam menumpahkan berbagai idenya untuk PKM dapat dibimbing dan diarahkan dengan baik.
“Nanti rencananya tidak hanya berhenti sampai disini karena kita juga merencanakan pembentukan tim pendamping mahasiswa. Karena dikhawatirkan masih ada mahasiswa yang berminat pada PKM, tapi masih kebingungan bagaimana harus menyusun proposal dan menjalankannya sampai siap untuk dilombakan di PKM dan PIMNAS,” pungkasnya.